28 Januari 2009

Sekilas Tentang Ulead Media Studio Pro 8.0

Barusan aku di e-mail minta tutorialnya Ulead media studio pro (UMSP), waduh gimana yah, kalo ngirim lewat e-mail atau di upload ke ziddu, waduh koneksi internetku kayak siput narik traktor, kapan kelarnya, bisa - bisa bandwidthku abis buat ngirim file ini doank, jadi intinya kalo ngirim tutorial lengkap aku ga bisa, yah kalo bisa dateng langsung deh ke tempet aku. Mending nanya-nanya kesulitan penggunaannya dimana, sekiranya aku bisa jawab, tak bantu sebisanya, OK


Nah untuk menjawab permintaan ini mending aku posting aja sedikit demi sedikit tentang UMSP. Ini software pertama aku mengenal dunia digital video editing (DVE), sebenarnya UMSP ga kalah sama Adobe premiere, kaya akan effect, namun kelemahan UMSP adalah dukungan plug in Third party nya, malah saya ga pernah nemuin third party nya, mungkin ini juga salah pihak Ulead sendiri kali yah, kurang begitu mengembangin program ini, buktinya sampe UMSP versi 8 yang release udah lama banget ga pernah ada versi terbarunya. Namun yang mengasikkan dari program ini adalah interface nya yang bisa di bilang user friendly lah untuk sekelas program editing professional, dimana untuk bisa dikatakan sebuah software editing itu professional adalah bisa memenuhi persyaratan dasar seperti kaya akan effect yang parameternya bisa diubah-ubah sesuka hati, bisa nambahin track video dan audio sesuka hati, dan yang paling sangat saya sukai adalah enteng dijalanan di komputerku dibanding adobe premiere, hal lainnya lagi urusan capture mengcapture, bisa mengcapture dengan output berupa MPEG1 atau MPEG2 untuk keperluan VCD/DVD, bandingkan jika kita menggunakan premire yang harus mengcapture dalam format DV, waduh rasanya sia – sia yah menghabiskan ruang hard disk sebanyak itu kalo hanya untuk proyek pembuatan VCD/DVD doank, kecuali untuk keperluan pembuatan broadcasting pertelevisian. Untuk diketahui bahwa mengcapture dalam format DV untuk durasi 1 jam bisa menghabiskan ruang harddisk sebesar 10 G, bandingkan jika kita mengcapture dengan parameter output MPEG2 yang hanya memerlukan ruang harddisk kurang dari 3 G, sia sia kan. Nah yang asiknya lagi di UMSP ada thumbnail effectnya, jadi kita ga bingung dan ga perlu buka satu-satu hanya untuk sekedar tahu fungsi effect yang disediakan, dipantengin aja thumbnailnya pasti tahu guna nya untuk apa, untuk urusan mengubah parameter disediakan keyframe yang bisa kita letakkan di frame yang kita inginin, tinggal kita rubah parameternya, byarrrr… maka kita akan mendapatkan kreasi effect kita sendiri. Oh ya, pada mulanya saya memakai lay out default yang sudah disediakan UMSP namun rasanya lay outnya kurang begitu enak terutama di layar monitoringnya, kecil banget, jadi ada baiknya kita ubah dengan menggeser monitornya keluar dari lay out defaultnya, kecuali kita memakai preview eksternal seperti layar televisi sebaiknya hal ini ga usah dilakukan, ada beberapa tricks yang biasa saya gunakan agar lay outnya bisa lebih nyaman kita gunakan, akan saya posting menyusul OK. Berhubung ini saya mosting udah malem and saya capek banget, saya akan sambung lagi dilain kesempatan tentang tips and triks UMSP. See u.

Bagi anda yang memanfaatkan atau mengcopy artikel disini wajib meninggalkan comment atau sekedar ucapan numpang copy artikel ..... di BUKU TAMU atau KOTAK KOMENTAR, bagi anda yang tidak memiliki website/blog isi dengan profil anonim di Kotak Komentar (sertakan nama diakhir komentar) atau di buku tamu dengan mengosongkan kolom website/url-nya, nama wajib diisi, Bantulah penulis untuk mengetahui artikel dengan topik apa yang paling populer disini, terima kasih telah berkunjung

2 komentar :

  1. kalo di ULEAD,, dalam make fhoto slide ,,, teks nya bisa menggunakan efek tidak,,,, terus ada motion nya gk

    BalasHapus
  2. tambah lagi donk infonyaaa..

    BalasHapus