Terbaru

29 Januari 2009

Tentang Adobe Premiere Pro 2.0

Adobe Premiere Pro 2.0 (APP) merupakan program standar yang banyak dipakai oleh para editor, keuntungan kita memakai program ini adalah dukungan plug in third party - nya yang banyak dan keren - keren, dan sangat terintegrasi penuh dengan Adobe After Effects (AAE) yang terkenal itu, jadi seumpama kita sedang mengerjakan proyek di premiere dan membutuhkan effect-efect yang ada di AAE maka kita tinggal mengimpor proyek kita di AAE.
Namun perlu diingat berhasil tidaknya proses mengimpor ini sangat tergantung dari resource yang kita gunakan, dalam AAE format yang diperlukan sebagai resource adalah format AVI, sebaiknya berformat DV AVI karena format yang lain seperti MPEG 1 dan MPEG 2 tidak dapat dibaca oleh AAE, ini juga mungkin yang jadi kelemahan AAE.
Beberapa Plug in yang terkenal adalah milik red giant dengan Magic Bullet dan Trapcodenya dan masih banyak lagi bisa kita lihat di websitenya videocopilot. Premiere adalah program yang agak berat, spesifikasi minimum yang diperlukan yaitu komputer berprosesor dual core 2.0 G, core 2 duo semua seri recomended, RAM 1 G dan 2 G recomended, VGA 128 add on PCI Express agar preview dan proses rendernya lebih cepat.

Color Correction yang dimiliki oleh premiere sangat mumpuni, namun saya sendiri jarang menggunakannya karena sangat berat pada saat render, namun color correction sangat cocok kita gunakan untuk pembuatan clip - clip pendek untuk music karena biasanya dalam pembuatan video clip diperlukan sistem warna unnatural, tergantung tema yang diusung dalam video clip itu sendiri, seperti penerapan warna yang condong ke biru, hijau, merah atau bahkan hitam tergantung kretifitas kita dan permintaan client tentunya, namun color corection ini menurut saya tidak cocok digunakan untuk mengejar gambar natural, sebaiknya gambar natural yang baik adalah didapat melalui dukungan dari hardware pada saat kita merekam gambar, gunakanlah kamera yang berkwalitas dan sistem pencahayaan yang bagus agar file resource yang kita dapatkan pada saat mengcapture bisa bagus. untuk pengambilan gambar paling bagus adalah di pagi hari dan sore hari, untuk pengambilan gambar di siang hari hindari sudut pengambilan gambar yang langsung terkena sinar matahari.
untuk titling sendiri disediakan berbagai macam template dan beberapa template sebagai background titling yang bagus -bagus menurut saya, bisa kita pakai dengan sentuhan sedikit transisi agar membuat titling kita lebih atraktif.
Untuk keperluan pembuatan VCD/DVD premiere versi 2.0 sudah menyediakan encoder melalui Adobe Media Encodernya, bahkan bisa langsung kita bakar ke drive ROM kita langsung dari premiere, tapi hal ini jarang saya lakukan, lebih baik dirender dulu dan dibakar memakai program lain seperti Nero atau Ulead Video Studio. Kelemahan yang mendasar yang ada pada premiere adalah tidak bisa mengcapture dalam format output MPEG1 atau MPEG2, harus dicapture dengan format DV dulu, saya ga paham kenapa pihak premiere tidak menyediakan fasilitas ini.
Dalam dunia kerja sebagai editor, menguasai premiere mutlak diperlukan, karena kebanyakan rumah - rumah produksi dan stasiun TV memakai program ini disamping AVID Express dan Final Cut Pro tentunya. Namun untuk keperluan produksi yang dikerjakan dirumah sebaiknya menggunakan Ulead Media Studio Pro 8 atau Sony Vegas karena interfacenya mudah dan menyediakan capture MPEG1 dan 2.
sekian dulu postingan kali ini tentang premiere pro 2.0, untuk tips and triksnya postingannya menyusul.

Bagi anda yang memanfaatkan atau mengcopy artikel disini wajib meninggalkan comment atau sekedar ucapan numpang copy artikel ..... di BUKU TAMU atau KOTAK KOMENTAR, bagi anda yang tidak memiliki website/blog isi dengan profil anonim di Kotak Komentar (sertakan nama diakhir komentar) atau di buku tamu dengan mengosongkan kolom website/url-nya, nama wajib diisi, Bantulah penulis untuk mengetahui artikel dengan topik apa yang paling populer disini, terima kasih telah berkunjung

16 komentar:

  1. wewent_10@yahoo.com29 Januari 2009 21.15

    kalo suka artikelnya tolong komentnya diisi....

    BalasHapus
  2. liat liat ahhh

    BalasHapus
  3. ok,,, saya ngerti
    tapi saya masih bingung masalah projek menggunakan HDV yang tidak bisa lancar kalau di import ke projek after effect,,,tolong solusinya ya mas...salut.

    BalasHapus
  4. sory banget mas, saya belum mengenal project HDV karena camcorder yang saya gunakan masih seputaran DV, jadi source yang saya hasilkan di compie masih seputaran DV PAL untuk keperluan iklan TV dan produksi DVD/VCD, tapi kemungkinan masalahnya ada di compie disamping program AAE sendiri yang sangat berat, untuk project HDV memerlukan spech compie yang sangat mumpuni karena format ini dua kali lebih berat dari DV, prosesor minimal quad core, kartu grafis seri 8 keatas dan hardisk yang sangat gede untuk media penyimpanan dan chace, format ini kebanyakan dipakai untuk keperluan layar lebar, so memerlukan investasi lebih mahal

    BalasHapus
  5. b49us@hotmail.com31 Desember 2009 19.31

    kalau anda import project tentu saja berat, karena after effect harus menterjemahkan perintahnya menjadi 2 kali kerja... gak usah pake HDV pake dv pun kalo anda ngedit dengan durasi 90 menit kemudian anda import projectnya ke after effect saya yakin komputer anda akan hang... karena project tersebut masih mengandung raw material yang sangat banyak.

    ilustrasi : anda mengedit sebanyak 10 raw (file mentah) kemudian anda jadikan 1 di project premiere. pada dasarnya file yang anda kerjakan itu belum jadi (entah film atau klip), tapi hanya tersusun dengan rapi menurut keinginan anda.

    solusinya adalah render dulu project anda menjadi satu kesatuan file (avi atau apapun), kemudian setelah menjadi satu kesatuan barulah anda bikin new project lagi dan anda edit lagi (bagian2 yang ingin anda potong2 atau apalah).

    sekarang file raw nya hanya satu bukan 10 seperti project yang pertama. dengan demikian ketika anda import ke after effect akan menjadi lebih ringan 10 kali lipat dari sebelumnya.

    semoga dapat membantu.

    BalasHapus
  6. betul, saya juga memakai cara seperti itu, jadi saya ga pernah import project premiere ke AAE, sebaiknya di eksport dulu menjadi 1 file AVI atau DVPal

    BalasHapus
  7. kern man.
    Mau nanya nih ... butug ram berapa ya u adobe premiere?

    BalasHapus
  8. liat2 yaa buat refrensi laporan skripsi :) deva

    BalasHapus
  9. liat liat juga ya buat referensi skripsi,
    agattia

    BalasHapus
  10. maaf niih numpang nanya, ada gag editing movie yang cocok buat intel atom 1.1, coz punyanya cuma ini, hehe
    makasiih
    post ke e-mail ane yaah
    crazyfriend.amx@gmail.com
    makasih infonya :D

    BalasHapus
  11. crazyfriend.amx@gmail.com coba pake ulead..

    BalasHapus
  12. Izin copas ya gan, buat bikin tugas :D

    BalasHapus
  13. bisa minta softwarenya ?

    BalasHapus
  14. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus